Laman

Minggu, 21 Desember 2014

Puisi Untuk Ibu: Sang Maestro Sejati

Oleh: Moh. Fathurrohman El-Hamid
(Koord. P3M CSS MoRA UIN SGD Bandung)



Benar katamu kau tak akan berdusta
Jelas parasmu tak begitu menawan
Sayup matamu gambarkan kesetiaan
Telapak kakimu ibaratkan kebahagiaan
Langkah hatimu tunjukkan cahaya ketenangan

Ibu,
Namamu kini telah tersebar dalam peradaban dunia
Jasamu kini merebak bagaikan air hujan yang teduhkan kekeringan
Jiwamu telah bersemayam dalam buaian kasih sayang

Sungguh bila cinta tak terbalas
Ingin rasanya cinta berbalas
Namun cinta selalu sementara
Tiada arti bila dalam kata-kata semata

Ibu,
Engkaulah sang maestro cinta haqiqi
Guru kasih sayang dengan seribu arti
Perawat moral penakhluk api 

Bila raga telah sirna
Benih-benih jiwa kan merasuk dalam cinta
Seolah dunia tak bisa bernafas
Tanpa kehadiran cinta yang kau bawa

Oh, sang maestro sejati pancaran dunia
Pelukan hangatmu mampu selimuti peradaban dengan cinta

Bandung, 21 Desember 2014

(Kyle)

1 komentar: