Apa kabar?

Post Top Ad

Senin, 12 Oktober 2015

Ilusi Kemilau

Oleh:  Madno Wanakuncoro
Hikayat yang tereka
Oleh jutaan manusia
Akan kemilau dan indahnya senja
Kala matahari hendak istirahat dari kerja

Kita sungguh tenggelam dalam ilusinya
Terbuai iming-iming rekaman memori
Reka ulang momen silam, penuh hayat
Memaksa lidah terpukau dan tertenung sihirnya

Bahkan, tatkala kuasyik merenung
Ia besitkan kenangan pahit manisku
Pahit: ketika copotnya dua tali yang tersimpul timpang
Manis: ketika mengais rupiah dengan keringat seusia bocah

Aku tertegun merasuki alam nostalgia
Ingatan yang memancing erupsi campuran:
Tawa dan tangis

Saat terbangunkan senja yang meredup,
Diri seakan berbeda
Kudengar pesan lirih dari bisikan misteri
Matahari bersedih harus berlalu
Sebab ia rasa dunia dan alam selalu
Berteriak memanggilnya
Namun, ia sadari di belahan dunia lain
Ia dihujat sehabisnya

Sungguh tiada kusangka
Sang mentari penerang pun bisa sedih dan tak  berdaya
Meski ia bangga, sanggup menjalankan titah Sang Paduka
Untuk menerangi tatasurya, yang tak terhitung jumlah makhluk-Nya
Tempat para hamba dan ciptaan bersujud sembah pada Yang Kuasa.

                                                            [10 Februari 2015]