Apa kabar?

Post Top Ad

Senin, 04 April 2016

Nyanyian Ampunan

Tergeletak tubuh membujur
Yang hanya berteman kain terlihat akur
Saat nyanyian dan lagu-Nya turut kabur
Bersama linangan air yang terus menidur
Dan berbotol-botol air sebagai pelipur
Dalam makna duka yang semakin tercebur
Diantara relung hati nan hancur
Ah, sudah bukan kasur
Namun kayu keras tempat tidur
Tempat ia kan dikecup keningnya oleh dedulur
Sebagai formalitas rasa hancur
Kemudian tertutup sudah wajah berwarna kapur
Dengan senyum syukur
Karena masa yang telah udzur
Dan sekian amal hingga di akhir umur
Menghantarkannya pada liang kubur
Dengan keduka tanah yang subur
Kami mengantarnya bersama ribuan doa yang dimaghfur

Alifah al-Khasany
Bandung, 23 Oktober 2015
05:24 pm