Laman

Jumat, 05 Agustus 2016

Pesantren, Santri dan Sains Modern

Oleh: Witri Robi'atul Adawiyah*

Dunia science modern di zaman sekarang ini tidak bisa kita elakan lagi akan segala keberadaannya yang memberikan dampak positif dan negatif menjadi lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Aspek positif yang begitu melimpah dalam segala memenuhhi kebutuhan hidup manusia diantaranya baik dalam bidang ekonomi yang semakin praktis, industri yang semakin bersaing, kecanggihan segala teknologi dalam bidang kesehatan dengan adanya alat-alat yang modern, dan tak kalah pentingnya dalam dunia pendidikan yang kita ketahui bersama bahwa materi ataupun bahan ajar yang akan disampaikan dapat diakses dengan mudah dan cepat, tetapi dalam hal ini masih membutuhkan terhadap pemfilteran.


Dan tidak lupa banyak dampak negatif yang kita rasakan dengan keberadaan sciense modern ini, diantaranya dalam bidang industri yang tidak dapat tanggung jawab terhadap pembuangan limbah dimana-mana yang akhirnya lingkungan disekitar tercemar dan mengganggu para warga disekelilingnya, terlebih lagi apabila limbah tersebut berbahaya bagi para warga sekitar. Dibidang lain misalnya dalam bidang teknologi informasi khususnya internet. Kita ketahui bahwa banyak sekali manfaat dari internet tersebut, tetapi tidak kalah pentingnya kita yang hidup diserba modern ini khusunya santri dapat memperhatikan terhadap dampak negatif dari internet tersebut. Contohnya dalam pengaksesan dari internet yang hanya digunakan untuk mengakses hal-hal yang sangat tidak bermanfaat, seperti fornografi, pelecehan seksual, tindak kekerasan dan lain sebagainya. Apabila tidak ada tindakan khusus maka yang terjadi adalah mulai lunturnya akhlak bahkan sampai kepada kebejatan  moral yang makin menjadi-jadi.

Dibalik kemajuan science modern di zaman sekarang ini, khususnya kepada generasi muda terlebih peran santri dalam kemajuan science modern. Kita ketahui bersama bahwasanya 10 abad yang lalu para ilmuan muslim khususnya pada pemerintahan dinasti Abbasiyah yang lebih memperhatikan dalam bidang pengetahuan dibanding dengan ekspansi ke beberapa wilayah. Dengan banyaknya ilmuan muslim yang muncul pada abad itu melahirkan karya yang luar biasa yang sebelumnya tidak  terpikirkan, dengan begitu banyaknya sumbangsih muslim terhadap science modern. Karena sejak seribu tahun yang lalu ketika itu  umat islam  adalah sebagai pembawa obor pengetahuan pada zaman kegelapan. Mereka didorong oleh penelitian dan penemuan ilmiah, yang membuat bagian dunia lainnya iri selama berabad-abad.

Dengan kemajuan peradaban Islam ini bangsa Barat tertinggal jauh dan berada dalam keterpurukan dalam bidang ilmu pengetahuan. Tetapi, bukan berarti mereka berdiam diri dalam keterpurukannya tetapi mereka kembali bangkit dari keterpurukannya dan terkenal dengan zaman  Renaissance. Beberapa tokoh/ ilmuan muslim yang berada dibalik kemajuan sciense modern Kita ketahui bersama bahwasanya banyak sekali ilmuan-ilmuan muslim yang memberikan sumbangsih yang luar biasa bagi kehidupan ini, khususnya sciense modern yang semakin maju teknologi informasi dan komunikasi.

Diantara ilmuan-ilmuan muslim tersebut  diantaranya :

1. Abbas bin Firnas (sang penerbang utama)

Siapakah menurut anda manusia pertama yang berhasil terbang dengan alat temuannya? Kebanyakan orang akan menjawab bahwa orang yang pertama kali terbang adalah Wright Bersaudara. Namun pada kenyataannya 1000 tahun sebelum adanya Wright bersaudara tersebut menciptakan pesawat, Abbas bin Firnas sudah berhasil terlebih dahulu terbang diudara.

Awal mula beliau menciptakan pesawat ini karena beliau senang memperhatikan ciptaan Allah yang ada dilangit. Ia memperhatikan betapa menakjubkannya kebesaran allah Swt. Yang menerbangkan burung-burung di udara. Ini yang membuat Abbas bin Firnas untuk bisa memahami kebesaran Allah dilangit yang akhirnya menciptakan sebuah alat yang bermanfaat. Dan manfaatnyapun tak kalah pentingnya sampai kepada zaman sciense modern ini. Abbas bin firnas berhasil terbang selama lebih dari 10 menit. Jauh lebih lama dari Wright bersaudara 1 millenium kemudian  yang hanya mampu terbang dalam jangka waktu 12 detik, sangat jauh selisihya bukan?.

Abbas bin Firnas bukan hanya berkarya dalam penerbangan. Beliau dikenal juga sebagai seorang sastrawan, ahli musik, dan astronomi. Sebagai salah satu penghormatan yang diberikan oleh warga spanyol khususnya di kota Cordoba masih berdirinya patung beliau, untuk menghormati karya dan dedikasi beliau terhadap dunia kedirgantaraan.

2. Al-jazari (sang Insiyur mesin, Bapak Robotika mesin)

Dalam Islam ketepatan waktu sangatlah penting. Sebagai insiyur mesin, Al-jazari mengembangkan jam yang biasa digunakan untuk menentukan shalat, puasa dan haji. Karya yang besarnya adalah jam gajah yang dapat mengukur waktu dengan akurat. Ia mempelajari bagaimana air yang mengalir dapat digunakan untuk menggerakkan jam dengan akurasi yang cukup tinggi.

Kemudian dilanjut dengan penemuan lain yang bertujuan demi kemaslahatan umat islam yaitu membuat mesin pompa air. Yang dengan mesin ini memudahkan umat islam khusunya dalm melaksanakan ibadah berwudhu. Berkat jasanya ini, misalnya orang-orang turki pada abad ke 12 mampu beribadah dengan lebih nyaman.

Selain dari pada itu, beliau juga seorang penemu konsep Robotika Modern, Al-Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal dengan mesin robot. Seorang ahli teknik dari inggris yang tertarik dengan sejarah teknologi yang bernama Donald Hill, melontarkan komentarnya yang menjelaskan bahwa Al-jazari begitu detail dalam menjelaskan intruksi untuk mendesain, merancang dan merakit sebuah mesin, yang dipaparkan dalam karyanya yang dituangkan dalam buku-bukunya.

3. Ibnu Al-Haytam (Bapak Optik)

Pernahkah kita bertanya bagaimana kita bisa melihat? Dan bagaimanakah Allah membuat mata kita bisa bekerja tanpa terkena macet sedikitpun? Pertanyaan-pertanyaan ini berhasil dijawab oleh ilmuan muslim yaitu ibnu Al-Haytam. Hasil penelitiannya ini yang menjadi dasar kerja kamera yang berada dalam kamera-kamera yang anda genggam dalam ponsel.

Karya yang tidak hanya menjadi rujukan orang muslim tetapi juga para ilmuan barat adalah Al-Manazir, yang diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris oleh dengan judul Book of Optics. Ibnu Al-Haytam dikenal di Barat dengan sebutan Al-Hazen. Adapun beberapa ilmuan barat yang terpegaruhi pola pikirnya, diantaranya: Roger Bacon, Leonardo Da Vinci, dan Keppler. Bahkan sampai sekarang ini, karyanya masih menjadi rujukan yang akurat oleh profesor-profesor besar.

Penemuannya dalam bidang Optik ini adalah camera obscura. Cahaya yang menyinari lubang kecil diruangan gelap akan memproyeksikan film negatif, seperti kamera dan film di bioskop. Kemudian yang perlu kita cermati juga diantaranya kata kamera itu sendiri yang bersal dari Bahasa Arab “Qamara” yang berarti cahaya bulan.

4. Al-Zahrawi ( Penemu Gips Era islam)

Beliau merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia, yang sekarang ini disebut dengan negara spanyol di belahan benua Eropa. Beliau merupakan penemu asli terhadap teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan alat yang bernama gips, sebagaimana kita ketahui dan kita maklumi yang dipraktekan di zaman modern ini.

Karya yang begitu fenomenalnya dalah kitab At-Tasrif. Kitab tersebut berisi mengenai  aneka obat-obatan yang diperlukan dalam proses penyembuhan setelah dioperasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, beliau mengenalkan tehnik sublimasi.

Kitab tersebut begitu populer dan telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa oleh para penulis. Beliau merupakan seorang pakar kedokteran yang luarbiasa bahkan hingga lima abad setelah beliau meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter diberbagai belahan dunia. Dan adapun prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk kedalam kurikulum jurusan kedokteran diseluruh Eropa.

Berangkat dari sana, banyak sekali para ilmuan yang telah memberikan sumbangsih yang begitu  luarbiasanya bagi kemajuan era modern ini, khususnya dalam pengembangan Sciense modern. Dengan demikian, kita sebagai generasi muslim  sekaligus santri yang memaknai betul terhadap jasa  para ilmuan-ilmuan muslim dalam zaman sekarang ini dapat menjadikan dorongan kepada kita agar kita sebagai generasi selanjutnya dapat melanjutkan estafet pengembangan sciense modern.

Pesantren  dan Pengembangan Science Modern

Terlebih dengan keberadaan sekaligus peran pesantren dalam membantu mencetak kader ilmuan-ilmuan muslim yang berkarakter dimasing-masing bidangnya. Di zaman modern ini, tanpa kita sadari banyaknya pesantren-pesantren yang mengembangkan terhadap sciense modern ini. dalam bukunya K.H. MA. Sahal Mahfudh (2012: 300) menyatakan bahwasanya pesantren adalah lembaga pendidikan dengan bentuk khas sebagai proyeksi totalitas kepribadiannya. Secara mendasar sistem pendidikan yang dipilihnya memberikan kebebasan bagi pesantren untuk menetukan pola dinamis kebijaksanaan pendidikannya. Sehingga, setiap tawaran pengembangan berupa transfer ilmu dari luar (nonpesantren) maupun atas prakarsa sendiri, akan melalui pertimbangan dari dalam pesantren sendiri. Yaitu, pertimbangan tata nilai yang berlaku dalam pesantren.

Mulanya falsafah pendidikan pesantren melulu bertujuan pada pendalaman ilmu- ilmu keagamaan maupun ilmu yang berkaitan dengan ilmu keagamaan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, untuk mencetak kader santri yang menjadi seseorang yang berperan penting dalam masyarakat maka harus memiliki keterampilan-keterampilan diberbagai bidang, yang dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan yang luas. Kebutuhan masyarakat  akan pengetahuan semakin berkembang, sehingga apresiasi terhadap ilmu menjadi lebih tinggi. Ini mendorong pesantren secara bertahap, mengubah struktur dan sistem pendidikannya.

Transformasi itu tidak secara radikal mengubah dan menghapus sistem dan struktur pendidikan yang telah menjadi dinamika pesantren, namun lebih menekankan pemeliharaan cara lama yang masih relevan dan pengembangan sesuai dengan cara baru yang lebih baik. Lambat laun visi kepesantrenan terhadap pengetahuan menjadi semakin mantap. Dan sebagai lembaga pendidikan, pesantren tidak lagi hanya berorientasi pada ilmu keagamaan saja, tetapi lebih meluas lagi pada bidang-bidang pengetahuan umum.

Dengan demikian munculnya pesantren-pesantren yang tidak hanya menyuguhkan kitab-kitab kuning yang sering diajinya, tetapi pemberian ajaran mengenai materi yang berkenaan dengan pengembangan sciense itu sendiri, misalnya berbagai pesantren yang berbasis ke agro bisnis-an, pertanian, tekhnik mesin, tata boga, kewirausahaan dan lain lain. Hal ini bukan modal sementara bagi diri santri  namun akan menjadi modal besar untuknya dikemudian hari. Tidak hanya untuk dirinya secara pribadi namun berguna akan lingkungan sekitarnya, terlebih masyarakat luas. Yang membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi terhadap angka pengangguran di Indonesia.

Santri dan Science Modern

Dengan adanya estafet keilmuan khususnya dalam masalah science modern diharapkan dapat tercetak generasi-generasi yang berkualitas, yang dilandasi dengan nilai-nilai shalih dan akram, shalih yang berarti manusia yang secara potensial berperan aktif, berguna dan terampil dalam kehidupan sesama makhluk.

Sedangkan akram, merupakan pencapaian kelebihan dalam relevansinya dengan makhluk terhadap khalik, mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan demikian secara institusional pesantren menekankan pendalaman ilmu-ilmu agama (tafaqquh fid diin). Namun juga secara integratif, ilmu-ilmu secara intens juga dikembangkan di dalam pesantren.

Dengan keberadaan santri yang seimbang dalam hal keilmuannya diharapkan  mampu membawa indonesia kearah yang lebih baik, lebih meningkatkan semangat keilmuan terhadap pengembangan science, meng-copy kesemangatan para ilmuan muslim yang selalu menggebu-gebu  dan menjalankan  pesan mereka, terlebih akan kemaslahatan kejayaan peradaban islam. Amin, Wallahu ‘a’lam bis shawaab.



*Penulis adalah mahasiswi jurusan Tasawuf Psikoterapi semester 2 Fakultas Ushluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, penerima beasiswa Kementrian Agama RI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar