Laman

Senin, 01 Mei 2017

APRESIASI KASI PD PONTREN KANWIL JAWA BARAT KEPADA CSSMoRA

Oleh : Atssania Zahroh

Acara peringatan Isra’ Mi’raj CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun ini sangat istimewa. Pasalnya, acara yang diadakan pada Ahad, 30 April 2017 di Aula Attamur Cibiru Hilir kemarin dihadiri langsung oleh Kasi PD Pontren Kanwil Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Slamet, M. Ag. Beliau selaku Kasi PD Pontren Kanwil Jabar memberikan sambutan dan pesan-pesan untuk anggota CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pak Slamet sangat mengapresiasi festival tahfiz dan lomba gebyar solawat dalam peringatan Isra’ Mi’raj kali ini. Adanya potensi yang luar biasa dalam mengahafal Al-Quran tentu memerluka perhatian khusus dari pihak yang berwenang. Agar tidak hanya mempermudah dalam mewujudkan target-target sebagai lulusan intelek tapi juga sebagai lulusan dengan akhlaqul karimah, paham agama, serta bermanfaat di masyarakat kelak.

.
“Program beasiswa santri tahun ini masih terselenggarakan. Demi menggali potensi-potensi yang dimiliki pemuda di seluruh nsantara. Daerah Bandung, Jawa Barat hanya menyelenggarakan tes Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di dua perguruan tinggi, yaitu UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Pendidikan Indonesia”, tutur Slamet.

Pemetaan tes yang akan datang adalah 400 peserta di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan 400 orang di UPI. Oleh karena itu, diharapkan sekali dari mahasiswa PBSB UIN dapat bekerjasama dengan Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat dalam penyelanggaraan tes mendatang. “Ini adalah salah satu contoh dari bukti pengabdian. Bagaimanapun, nantinya kalian yang akan menajdi penerusnya”, ucap Slamet. “Jika kalian di Ramadhan nanti tidak pulang, bilang ke kami. Nanti akan kami cari pondok pesantren yang seperti kalian inginkan”, timpal Slamet. Diharapkan santri PBSB bisa mengamalkan ilmu yang didapat sebagai bentuk pengabdian (di pondok pesantren tersebut).
Begitu besar harapan Pemerintah kepada mahasiswa PBSB. Zaman semakin berkembang, persaingan semakin kompleks pula. Hal ini tidak menyurutkan pemerintah (Kemenag) untuk mewujudkan mimpi-Merubah Takdir Bangsa di Tahun 2025. Mahasiswa yang tergabung dalam PBSB memiliki nilai plus. Selain kaum intelektualis, mereka paham dalam beragama serta organisasi. Agamalah yang akan menjadi pengendali dan penyeimbang dalam berkembangnya zaman (teknologi) yang selalu dinamis.

Penulis adalah salah satu mahasantri PBSB UIN Sunan Gunung Djati Bandung, semester II jurusan Tasawwuf Psikoterapi

Merupakan Pimred Orasi (Oase Pemikiran Santri)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar