Laman

Rabu, 10 Mei 2017

Sosok Sujiwo Tedjo dalam Buku "Tuhan Maha Asyik"


Oleh : Evania Maula Alfarika
Mengenal sosok Sujiwo Tejo tidak cukup bila hanya dari sisi senimannya saja. Dalam acara bedah buku yang diadakan oleh CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada hari Kamis (04/05/17) lalu, kita akan mengenal Sujiwo Tejo tidak hanya sebagai seorang seniman namun juga sebagai seorang sufi pada abad millenium.

Buku Tuhan Maha Asyik adalah buku Sujiwo Tejo yang dikarangnya bersama Dr. H. M. Nur Samad Kamba, merupakan dosen sekaligus pendiri Jurusan Tasawuf Psikoterapi  di UIN Sunan Gunung  Djati Bandung. Buku ini terdiri dari 28 cerita dan 28 lukisan. Buya Kamba menuturkan, penggarapan buku tersebut berlangsung melalui media email dan tidak ada pembicaraan langsung. “Kita bertemu dalam alam ide yang tidak nampak”, ujar Buya Kamba.

Sujiwo Tejo adalah seniman yang sangat mengagungkan Al-Qur’an. Bahkan beliau mengaku sebagian lagunya dia ciptakan karena terinspirsi dari Al-Qur’an . Mbah Tejo mengatakan “Kenapa sih orang sibuk dengan terjemahan Al-Qur’an. Padahal musik dalam Al-Qur’an itu sangat indah dan jauh lebih asyik serta mengandung pesan rahasia Tuhan di dalamnya.”

Selain mahir dalam hal seni, ternyata Sujiwo Tejo sangat gemar terhadap matematika. Beliau pernah menempuh pendidikan jurusan matematika di ITB. Begitu cintanya beliau terhadap matematika, sehingga beliau pun mengatakan bahwa kemampuan matematika adalah kemampuan mencari pola dari sesuatu yang semula tampak tak berpola. Bahkan menurutnya semua yang ada di dunia ini memiliki pola tersendiri. Oleh sebab itu tidak ada yang namanya sebuah kebetulan, karena hidup ini memiliki pola.

Begitulah sosok  Sujiwo Tejo. Seorang seniman yang menuangkan nilai-nilai Islami pada setiap karya-karyanya dan menjadikan musik sebagai bagian dari dirinya. dalam buku "Tuhan Maha Asyik" ini beliau berharap dapat memunculkan al-hikmah dan kearifan, sehingga dapat memberi dorongan pada pemahaman kehidupan, terutama bagi manusia di zaman millennium.

Penulis adalah salah seorang mahasiswa PBSB UIN Bandung, semester 2 jurusan Tasawwuf Psikoterapi dan merupakan anggota BSO Orasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar