Langsung ke konten utama

MENJELANG MUSYAWARAH KERJA PENGURUS CSSMoRA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG PERIODE 2019-2020





Siang kemarin (11/3) Pantia Musyawarah Kerja (Musyker) pengurus CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan rapat perdana di sekretariat. Musyker merupakan sidang tahunan dimana anggota maupun pengurus bersama-sama menyusun Program Kerja (Proker) selama satu periode kepengurusan. Walaupun sempat hujan deras, rapat tetap dilakukan dengan semangat oleh panitia Musyker yang juga merupakan anggota pengurus yang baru saja dilantik hari Minggu (10/3) lalu.




Musyker akan berjalan seperti biasanya akan tetapi ada sedikit perbedaan ketika Pra Musyker. Tahun kemarin Pra Musyker berfungsi hanya untuk menyatukan suara internal pengurus sebelum Musyker sehingga peserta Pra Musker adalah anggota pengurus itu sendiri. Adapun Pra Musyker kali ini seluruh anggota CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipersilahkan untuk menghadiri dan turut serta menyumbangkan gagasan maupun saran untuk Program Kerja (Proker) pengurus dalam satu periode ini. Bahkan, nanti akan diwajibkan ada perwakilan setiap angkatan untuk mengikuti Pra Musyker.
“Supaya Proker yang kita hasilkan nanti tidak hanya dari kita pengurus saja melainkan adalah usulan dari seluruh anggota (CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati). Ada beberapa faktor yang menjadikan usulan anggota terbatasi apabila tetap seperti tahun lalu” Ucap Idrian, Ketua CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Musyawarah Kerja (Musyker) akan dilaksanakan pada hari Minggu 17 Maret 2019. Sedangkan untuk Pra Musker dilaksanakan sehari sebelumnya. Diharapkan kepada seluruh anggota agar turut hadir dan berpartisipasi dalam penyusunan Proker pengurus untuk satu periode kedepan.

Imam Khoiri (Anggota BSO Orasi)

Postingan populer dari blog ini

Yuk, Cari Tahu Perbedaan Psikoterapi Barat dan Psikoterapi Islam

Setelah kita mengetahui pengertian psikoterapi, tentunya dalam pemikiran kita muncul berbagai macam pertanyaan terkait pembahasan tersebut.  Nah, pada kali ini akan membahas mengenai perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam. Apa yang menjadi topik perbedaan antara keduanya? Sudut pandang psikoterapi dari mana yang efektif untuk digunakan? Mari kita cermati sama-sama  Psikoterapi ialah perawatan yang menggunakan alat, teori dan prinsip psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dan seorang ahli menciptakan hubungan yang profesional dengan pasien. Sedangkan psikoterapi Islam ialah teknik penyembuhan/penyelesaian masalah kejiwaan/mental dengan sentuhan spiritual yang menggunakan metode Islami seperti zikir, penerapan akhlak terpuji dan lainnya berdasar Al-Qur’an dan hadits.  Jika diteliti dari pengertian keduanya, tentu sudah terlihat berbeda bukan? Perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam: 1. Objek Utama Psikoterapi Dalam pandangan psikologi

SISTEM KHILAFAH UNTUK INDONESIA ?

Bangsa indonesia dibangun oleh Founding-father, Kyai, Jajaran pemerintahan atas pondasi yang kuat. Pondasi itu meliputi Prinsip UUD ’45, Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Gagasan pada prinsip-prinsip dasar tersebut tak lepas dari persetujuan tokoh-tokoh muslim, seperti K.H. Hasyim Asyari, K.H. Wahid Hasyim dan yang lainnya. Dalam praktiknya, pemerintahan indonesia mengandung prinsip Islam, sehingga masyarakat Muslim bisa hidup dengan menjalankan syariat Islam tanpa hambatan.

PBSB 2016 Telah Dibuka

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpontren) Kemenag RI telah membuka pendaftaran PBSB tahun 2016-2017. Selengkapnya lihat di Pengumuman PBSB 2016 http://pbsb.ditpontren.kemenag.go.id/