Laman

Rabu, 18 Juni 2014

Profil CSS MORA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs)

Logo CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Zaman semakin berkembang, tidak hanya teknologi selalu maju dan berinovasi. Begitu pun santri, dewasa ini santri sudah mengalami mobilitas dan inovasi yang tidak hanya sebatas pada kajian keilmuan saja, namun sudah bergerak maju khususnya dalam bidang keorganisasian yang berskala nasional. Salah satunya adalah himpunan santri-santri yang mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di bawah naungan Kementerian Agama RI yang dihimpun dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MORA).

PBSB adalah salah satu program unggulan Dit PD Pontren Kemenag RI. Program ini berjalan sejak 2005, dan bertujuan memberikan peluang dan memperluas akses bagi para santri untuk menikmati kuliah gratis di perguruan tinggi seperti IPB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, ITB, UI, UPI, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Walisongo, UGM, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UNISMA, UIN Sunan Ampel Surabaya, ITS, UNAIR,  STAINU Jakarta, Universitas Surya Tangerang.

Saat ini, tidak kurang dari 3.000 santri yang sudah diberi beasiswa Kemenag dan banyak di antara mereka yang sudah berkiprah di masyarakat, baik sebagai dokter, teknokrat, insinyur, serta guru dan dosen.

CSS MORA sendiri dibentuk pada tanggal 12 Desember 2007 di Lembang, Bandung. Organisasi ini berbentuk komunitas yang bernuansa kekeluargaan. Visi dan misi dari CSS MORA adalah terciptanya anggota CSS MoRA yang berorientasi pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren serta pengabdian masyarakat. Sedangkan misinya mempererat silaturrahmi antar anggota CSS MoRA, mengembangkan bakat dan minat dari anggota CSS MoRA, mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mengembangkan jejaring organisasi.

Pada dasarnya CSS MORA berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari Kementerian Agama. Layaknya organisasi lainnya, CSS MORA juga mempunyai struktur kepengurusan beserta program kerja dan bernaung dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang  disitu terdapat program PBSB Kemenag RI. Ada juga CSS MORA disetiap perguruan tinggi yang himpun dalam CSS MORA Nasional. Sementara itu, program kerja dari CSS MORA PTN sangat bervariasi. Baik program untuk internal anggota maupun program eksternal, seperti kegiatan tradisi-tradisi kepesantrenan, penggalian serta peningkatan minat dan bakat anggota, bakti sosial, pemberdayaan pesantren, kompetisi akademik berskala lokal bahkan hingga nasional.

Sebagai organisasi eksternal di perguruan tinggi, kiprah CSS MORA lewat program kerja yang telah dijalankan sudah nampak mempunyai nama baik dibeberapa perguruan tinggi. Hal ini karena program-programnya menyentuh langsung kepada mahasiswa lain, di samping itu juga karena tidak lepas dari kerja sama dengan birokrasi kampus.

Khusus di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, PBSB baru masuk pada tahun 2013. Angkatan pertama yang berjumlah 33 santri semua masuk di jurusan Tasawuf Psikoterapi fakultas Ushuluddin. Tidak lama kemudian, pada tanggal 3 November 2013, secara resmi CSS MORA UIN SGD Bandung dilantik.

Ketua pertama CSS MORA UIN SGD Bandung periode 2013-2014 diamanahkan kepada Muhammad Zidni Nafi’ asal pesantren Ma’had Qudsiyyah Kudus, Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar