Langsung ke konten utama

Pelantikan Pengurus CSS MoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung Periode 2014-2015

Bandung- Perputaran kepengurusan dimulai kembali. Ronde kedua kepengurusan CSS MoRA UIN Sunan Gunung Djati telah berpindah alih. Ketua angkatan awal, M. Zidny Nafi', telah resmi memberikan amanah yang selama hampir satu periode ini kepada ketua terlantik, Maulani asal Medan, yang resmi dilantik Sabtu (27/12) lalu.

Pelantikan yang turut dihadiri oleh Muhammad Anshory, PBSB dari IPB semester  tujuh dan Luthfi, ketua CSS MoRA (UPI) menambah keharmonisan dan rasa kekeluargaan diantara penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di bawah naungan Kemenag ini.


Acara berlangsung dengan khidmat. Apalagi ketika ikrar sumpah janji Pengurus CSS MoRA periode 2014-2014 di Aula Fakultas Ushuluddin tersebut bergema. Asyhadualla ilaaha illallah .... Semua khidmat dan khusyuk dengan penuh kesanggupan untuk mengemban amanah.

Seketika ikrar pelantikan yang dipimpin oleh Muhammad Anshory tersebut slesai, maka resmi para anggota CSS MoRA mengemban amanat penuh selama satu periode ke depan.

Selanjutnya  dalam sambutannya, Muhammad Anshory memeberikan apresiasi terhadap PBSB UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini. Ia mengatakan rasa kebanggaan dengan adanya acara-acara yang bernilai positif untuk lebih mempererat rasa kekeluargaan di dalam maupun luar kampus serta banyak lagi kegiatan positif oleh Mahasantri UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang layak untuk diapresiasi dan dijadikan contoh bagi yang lain.

Bagi Maulani selaku ketua terlantik, dalam sambutannya turut menyulutkan obor penyemangat bagi para anggota barunya. Ia mengatakan bahwa sejatinya kita adalah keluarga yang duduk di bangku kepengurusan CSS MoRA ini bukanlah suatu kebetulan yang sia-sia. Dalam kepengurusan ini ada tangan Tuhan yang menentukan duduknya kita dalam wadah organisasi di CSS MoRA ini. Maulani pun berharap tetap menjaga dan meningkatkan kekompakan bersama untuk menyatukan visi dan misi yang harus diemban selama satu periode ke depan.

Postingan populer dari blog ini

Yuk, Cari Tahu Perbedaan Psikoterapi Barat dan Psikoterapi Islam

Setelah kita mengetahui pengertian psikoterapi, tentunya dalam pemikiran kita muncul berbagai macam pertanyaan terkait pembahasan tersebut.  Nah, pada kali ini akan membahas mengenai perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam. Apa yang menjadi topik perbedaan antara keduanya? Sudut pandang psikoterapi dari mana yang efektif untuk digunakan? Mari kita cermati sama-sama  Psikoterapi ialah perawatan yang menggunakan alat, teori dan prinsip psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dan seorang ahli menciptakan hubungan yang profesional dengan pasien. Sedangkan psikoterapi Islam ialah teknik penyembuhan/penyelesaian masalah kejiwaan/mental dengan sentuhan spiritual yang menggunakan metode Islami seperti zikir, penerapan akhlak terpuji dan lainnya berdasar Al-Qur’an dan hadits.  Jika diteliti dari pengertian keduanya, tentu sudah terlihat berbeda bukan? Perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam: 1. Objek Utama Psikoterapi Dalam pandangan psikologi

SISTEM KHILAFAH UNTUK INDONESIA ?

Bangsa indonesia dibangun oleh Founding-father, Kyai, Jajaran pemerintahan atas pondasi yang kuat. Pondasi itu meliputi Prinsip UUD ’45, Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika. Gagasan pada prinsip-prinsip dasar tersebut tak lepas dari persetujuan tokoh-tokoh muslim, seperti K.H. Hasyim Asyari, K.H. Wahid Hasyim dan yang lainnya. Dalam praktiknya, pemerintahan indonesia mengandung prinsip Islam, sehingga masyarakat Muslim bisa hidup dengan menjalankan syariat Islam tanpa hambatan.

PBSB 2016 Telah Dibuka

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpontren) Kemenag RI telah membuka pendaftaran PBSB tahun 2016-2017. Selengkapnya lihat di Pengumuman PBSB 2016 http://pbsb.ditpontren.kemenag.go.id/