Laman

Senin, 12 Oktober 2015

Senja di Ujung Permataku

Oleh: Zakia

Permataku….


Engkau begitu sempurna di mataku,
Cahaya sinarmu yang begitu terang , seakan menerangi kegelapanku.
Tidak ada yang bisa mengalahkan sinarmu,,,
Cahayamu yang begitu indah, terpancar di  mataku saat memandang Mu..
Di saat gemuruh datang menyapa, dunia ini seakan di penuhi dengan cahayaMu, seakan- akan dunia seutuhnya miliknya..



Tapi cahaya itu perlahan mulai menghilang, tanpa arah dan tujuan…
 Cahaya mu yang selama  ini bersamaku, kini perlahan mulai hilang di hidupku
Dimanakah sesungguh nya kamu berada ??
Begitu tega kamu meninggalkan perhiasanMu,,,
Dimanakah aku harus mencarimu???

Aku bagaikan perhiasan senja tanpa cahaya,
Karena sebuah perhiasan tidak akan  lengkap tanpa adanya  permatanya  sebagai penyempurna keindahan yang di miliki nya…

Mungkinkah kamu telah menghilang untuk selamanya, ataukah kamu sudah mendapatkan tempat yang baru , sehingga  melupakan kehidupan yang lama , meskipun tempat itu tidak memberikanmu kenyamanan tapi setidaknya memberikanmu kehidupan yang mengenal akan arti dirimu sendiri, tidak melupakan dirimu meskipun sekarang permatanya sudah mendapatkan tempat atau kehidupan yang baru yang lebih banyak memberikan  keistimewaan dari tempat yang sebelumnya…

CahayaMu yang setiap saat,,,,,
CahayaMu yang setiap waktu…..
cahaya yang selalu memberikan perhiasan cahaya dan pancaran buat aku bertahan  , bukan hanya sekedar cahaya bahkan penerang di kehidupanku,, di saat aku sedang terpuruk, di landa kegelisahan ..

Salahkah aku mencarimu?
Salahkah aku masih mengharapkanmu?
Engkau sebagian dari hidupku,,
Sebagian dari penyemangatku..
Bahkan engkau pemilik di setiap denyut nadiku yang perlahan  berdetak,,,,

Hidupku akan hancur bila engkau tidak ada di sampingku permataku?
Karna engkau telah mengajarkanku banyak arti terutama arti Kesederhanaan….
 Kesederhanaan emang mudah di dapat bagi orang yang hanya menganggap hidup itu mudah, tapi tidak dengan diriku, aku lebih menerima kesederhanaan itu dari cara seseorang itu mengajarkannya bukan dari orang yang mengajarkan arti kesederhanaan itu…

Engkau pergi meninggalkan-Ku , perhiasan-Ku seperti kehilangan arah buat bangkit,
Kehilangan kuasa buat berdiri bahkan kehilangan tujuan buat hidup…
Derasan air menutupi tulisanku, meninggalkan kenangan yang memberikan arti ,
Yang memberikan sejuta makna yang tersimpan, bahkan menutupi bekas-bekas masa laluku sebelum aku mengenalmu…

Aku kehilangan tujuan buat melangkah,
Kehilangan tempat buat berteduh di kala hujan turun,,
Dikala malam mulai datang dan  menutupi kerinduan yang selama ini di rasakan akibat kehilangan Permatanya

Kesunyian dingin nya terasa semakin mendekat, bahkan merasuk di dalam tubuh ini..
Sejuk nya seakan membuat-Ku menggigil…
Kembalilah wahai Engkau Cahaya-Ku…

Aku akan selalu menunggu kedatangan-Mu..
Entah sampai kapan aku bisa bertahan menunggu kedatanganmu, hingga tubuh ini perlahan mulai melemah dan bahkan tak berdaya, menunggu kedatanganmu tepat di hadapanku…

Tidak ada air mata,
Jika tidak ada yang membuatnya terjatuh…
Sampai kapan air mata ini bisa tertahan..
Perhiasan-Ku akan selalu menunggu-Mu…

Intinya...
(Senja di Permataku adalah sebuah permata yang sangat berharga di kehidupan seseorang, …
Tapi setelah dia menghilang, perhiasaannya mulai melemah..
Seperti halnya dengan seorang lelaki yang sangat tidak mau kehilangan seorang cewek yang sangat di sayanginya.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar