Laman

Senin, 01 Februari 2016

Motivasi Membaca Untuk Menunjang Studi Oleh: Asrizal A.Upe[1]



            Membaca adalah suatu proses mentranparansi ilmu pengetahuan dengan metode membaca. Dalam kamus besar bahasa Indonesia membaca sering djelaskan sebagai suatu proses melihat dan memahami isi dari apa yang tertulis. Sejarah tentang membaca sudah lama kita ketahui, apalagi dalam agama Islam wahyu yang pertama turun yaitu “أ قر أ” yang artinya “Bacalah”. Hal ini mengindindikasikan bahwa Islam sebagai agama mayoritas yang dianut di Indonesia telah memerintahkan kita untuk membaca sudah sejak lama. 
            Buku sebagai bahan rujukan resmi yang pertama kali disebarkan sebagai bahan bacaan dahulunya banyak digandrungi oleh para pembaca seria terutama untuk para mahasiswa yang dituntuk memiliki banyak referensi yang berkaitan dengan bukunya mata kuliahnya ataupun hanya sekedar tertarik dengan bahan baca itu. Tapi, Dizaman yang serba ada ini fenomena sekarang  jarang disaksikan. Alasannya beragam dari rasa malas, rasa sulit memahami bahan bacaan dalam hal ini buku, kenapa harus membaca tohh... copy paste saja dari internet sudah cukup kok, dosen nga bakalan tahu. Ada juga pendapat seperti ini. Setidaknya sampai sekarang ini hanya itu alasan dari orang-orang yang pernah bertemu. Motivasi membaca ini penting dikarenakan  pertama, perlunya pengetahuan tentang membaca ini supaya bisa menginvestasikan tujuannya kedepan seperti bisa tergambarkan. Kedua, supaya mindsite  atau pola pikir kita yang minat bacanya kurang  jadi bertambah bahkan kalau bisa melebihi dari hal yang kita inginkan.
            Belajar adalah proses dimana kita menumbuhkembangkan pengetahuan kita dari seperti sekarang ke seperti yang kita inginkan, ini berbicara dalam konteks ”ingin dan tahu”, dan ketika berbicara antara kemauan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda dalam bukunya Hartadinata Harianto[2] ini mengatakan bahwa “Kemauan adalah kesungguhan hati anda mewujudkan impian melalui tindakan secara konsisten sementara keinginan adalah ketertarikan terhadap sesuatu tetapi seringkali tidak diikuti tindakan yang nyata dan hanya menjadi angan-angan semata”. 
            Kenapa membaca itu penting, dikarenakan dengan membaca hal yang jauh sekalipun dan menajadi hal yang tidak mungkin untuk dilalui malah akan menjadi bisa dengan membaca ini, cakrawala kehidupan baik yang sudah lama sejak kita lahir atau beberapa tahun kedepan tentang masa depan kita.
Cara membaca yang efektif:
           
  1. Identifikasi dulu hal yang kamu suka baca apa ! misalnya saja ketika kamu menyukai membaca ceita atau bacaan seperti halnya novel,artikel atau buku-buku fiksi maka bacalah dan tingkatkan nanti setelah minat baca sudah tinggi anda sudah bisa pindah bacaan yang menurut kita terlalu memiliki isi dan unsur bacaan yang tinggi !
2.      Ketika ada orang yang kurang minat bacanya maka jangan langsung baca buku-buku pelajaran tingkat tinggi yang memang bikin kamu pusing dan pening. Hal ini menjadi kendala teman-teman sekalian dalam proses membaca ini yaitu menginginkan hal yang instan ini seperti halnya “ketika kita sedang makan mie instan yang tidak mengenyangkan tapi hanya mengkembungkan isi perut kita” dan hanya menciptakan kenikmatan sesaat sama halnya ketika kita langsung membaca yang menurut kita baru, meski dalam teorinya otak manusia mampu beradaptasi dengan lingkungannya tapi itupun butuh proses seperti kata-kata saya “everything need a process” atau “Semuanya butuh proses, boy!”maka bertahap dulu yyaah step by step.
3.      Jika memang kamu terkendala karena apa yang kamu baca itu tidak bisa masuk maka sertakan peran otak kanan yang dalam hal iniimaginasikamu dalam proses berpikir tentang bacaan yang kamu baca itu tadi,lalu dalam setiap yang kamu baca contohnya saja ketika bacaan kamu pertama masuk maka jangan langsung berpindah ke kalimat berikutnya tapi bayangkan dulu kalimat pertama itu seperti apapun menurut pemikiran kamu yang penting kamu bisa ingat dan setelah ingat, jangan langsung baca yang lain lagi tapi aplikasikan kata atau kalimat itu yang dalam hal ini bukan pengaplikasian secara langsung tapi bisa juga dilakukan dengan memberikan ruang kepada otak kanan kita itu.
4.      Tempatkan posisi kamu ketika membaca dalam keadaan senyaman-nyamannya, yang nyaman disini bukan berarti kita harus menuntut untuk dinyamankan, tapi kita harus berusaha untuk menciptakan sesuatu yang membuat kita jadi enak membaca, contohnya saja kita bisa merubah tempat kita membaca itkarena kondisi maupun situasilah yang menjadi salah satu faktor kenapa kita jadi kurang berkemauan membaca, itulah hal yang menyebabkan temen-temen ketika membaca itu lupa dan lupa lagi atau ibaratkan “masuk ditelinga kanan dan keluar dari telinga kiri”,dan
5.      Biasanya ada orang yang ketika melihat judul buku itu jadi bosen, males yang mungkin yang disebabkan karena judul buku itu mengandung bahasa yang terlalu tinggi. Maka dari itu kembalilagi ke poin nomor satu yang mengatakan identifikasi minat baca kamu,“banyak kok buku-buku yang dari judulnya ajjah asyik untuk dibaca![3]kata salah satu motivator Indonesia.

Dengan demikian, membaca adalah suatu kegiatan yang sudah sejak lama diperintahkan oleh agama Islam yang ditandai dengan turunnya wahyu “Bacalah...”, dan dengan membaca kita bisa membuka cakrawala kehidupan baik yang jauh maupun yang dapat dijangkau oleh kita. Penulis berharap agar tulisannya ini  dapat menjadi motivasi dan semangat bagi para orang-orang terutama para kaum akademisi terutama mahasiswa untuk lebih giat dalam membaca.


           



[1] Penulis adalah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati pada fakultas Ushuluddin jurusan Tasawuf Psikoterapi
[2]Diambil dari buku biografinyaHartadinataHarianto.
[3]Diambil dari buku biografinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar