Apa kabar?

Post Top Ad

Kamis, 18 Mei 2017

ANGGOTA CSSMoRA UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG RAIH JUARA MUSABAQAH KITAB KUNING Se-PROVINSI JAWA BARAT ZONA 3



Bandung- Garda Bangsa, PKB kembali menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) tingkat Provinsi Jawa Barat zona 3. Musabaqoh ini terdiri dari dua tingkat yaitu: pertama, tingkat Ulaa “Fathul qoriib dan Nadhom Imrithy”  dan kedua, tingkat ulya “Ihya Ulumuddin dan Ibnu Aqil”. 
Menurut Ketua Umum DKN Garda Bangsa, H. Cucun A. Syamsurijal bahwa tujuan dari musabaqoh ini untuk menggali potensi para penerus bangsa dalam hal membaca kitab kuning. Harus disadari bahwa para ilmuan yang terhebat di dunia ini  adalah para ilmuan islam. mereka menuliskan ilmu-ilmunya dalam bentuk karangan-karangan, kitab kuning. Maka perlu adanya generasi yang mampu menguasai kitab kuning--peninggalan berharga tersebut. Sehingga umat islam itu sendiri bisa menjadikan karangan-karangan tersebut sebagai referensi.


Pada pukul 10.00 WIB, bertepatan hari Kamis (18/05/2017) di Pondok Pesantren Al Jawami Cileunyi Kab. Bandung, musabaqoh dimulai. Seluruh peserta yang berjumlah sekitar 100 orang ini bergilir maju sesuai nomor urutannya. Beberapa peserta diantaranya adalah santri anggota CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mewakili  Pondok Pesantren Alwafa, Cibiru hilir di bawah asuhan Prof. Drs. Rahmat Syafi’i , Lc.
Usai tes, pengumuman juara langsung disampaikan kepada peserta. CSSMoRA UIN Bandung patut syukur dan bangga. Peserta santri anggota CSSMoRA UIN Bandung terpilih menjadi juara satu baca kitab  Nadhom Imrithy, Hartatati (semester enam jurusan Tasawuf Psikoterapi) dan Fathul Qorib,  Indah Al-Aziz (semester dua jurusan Tasawuf Psikoterapi). 

“Suatu hal yang tak saya duga untuk mendapatkan penghargaan ini. Saya tidak berarti apa-apa tanpa bimbingan guru dan teman-teman semua. Hal ini adalah salah satu bentuk pengabdian saya untuk pesantren, kampus, dan bangsa serta agama saya. Dan saya harap teman yang lain bisa lebih baik lagi dari saya,” Tegas Hartati.

Oleh karena itu, hal ini dapat ditanamkan dan dilakukan juga oleh seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati  Bandung  lainnya untuk mau berlatih dan terus belajar membaca kitab kuning. Sehingga mampu untuk memahami isinya dengan baik dan benar. Mahasiswa tidak hanya berintelek saja, namun dalam memahami agama--menekuni kitab kuning, akan menjadi nilai tambahan bagi mahasiswa itu sendiri. Untuk selanjutnya, peserta yang telah meraih juara 1 ini akan melanjutkan kompetisi tingkat nasional yang akan diadakan di Jakarta nantinya.| Nur Hardiyanti (BSO CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung).