Apa kabar?

Post Top Ad

Kamis, 18 Mei 2017


Satu Surat Di Suatu Masa
Oleh : Lulu Almarjan

Kulipat surat di semi pertengahannya
Aku bergetar, namamu tertulis samar di  dalam sana
Ada damai yang semakin deras
meregang
 Namun nyatanya aku harus tetap berlalu Karena tak sanggup bersanding air mata dengan penghambaan hebatmu

Sayap putihmu luas,
namun aku kelabu
Air mata jernihmu deras,
namun aku rentan terhanyut




Aku rindu bertemu,
namun aku kelu
Engkau adalah sabit yang bercahayakan purnama
Benderang hingga mata hati
 Aku rindu bertemu, namun aku bisu

Lalu aku hanya bisa terduduk lirih merindumu
Lewat larik-larik perasaan yang terdengar semakin sendu