Apa kabar?

Post Top Ad

Selasa, 13 Oktober 2020

MENGENAL PSIKOTERAPI


Pernahkah kalian mendengar sebuah kalimat mengenai terapi psikologis atau yang sering disebut dengan psikoterapi?

Apa sih psikoterapi itu?


Tambahkan teks





Psikoterapi sudah lama digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi gangguan mental ataupun masalah emosional. Terkadang, orang yang mengalami permasalahan tersebut memilih untuk melakukan terapi psikologis untuk mengatasinya.


Menurut Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dalam sebuah bukunya yang berjudul Konseling dan Psikoterapi, menyebutkan bahwa Psikoterapi lahir ke dunia pada abad pertengahan dan akhir. Secara etimologis, psikoterapi berasal dari kata “psyche” yang artinya jelas “mind” yang sederhananya berarti jiwa, dan “therapy” berasal dari bahasa Yunani yang berarti merawat atau mengasuh. Dengan demikian, psikoterapi dapat diartikan sebagai perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang. 


Kemudian, kata psychotherapy jika dilihat dalam Oxford English Dictionary tidak ditemukan. Tetapi, yang ada ialah kata psychotherapeutic yang diartikan sebagai perawatan terhadap suatu penyakit yang menggunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis. 


Dengan begitu, perawatan yang dilakukan melalui teknik psikoterapi ialah perawatan yang secara umum menggunakan intervensi psikis dengan pendekatan psikologis terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau kepribadian. 


Dalam pendapat lain disebutkan, psikoterapi ialah interaksi sistematis antara pasien dengan terapis yang menggunakan prinsip psikologis untuk menghasilkan sebuah perubahan pada tingkah laku, pola pikir dan perasaan pasien dan membantu memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. 


Adapun ciri-ciri dari definisi psikoterapi tersebut ialah sebagai berikut.

  1. Interaksi sistematis. Psikoterapi merupakan kegiatan yang menggunakan suatu interaksi antara pasien dan terapis. Dalam istilah sistematis ini, terapis diharapkan dapat berinteraksi dengan disertai rencana dan tujuan khusus yang menggambarkan pandangan teoritis psikoterapi
  2. Prinsip-prinsip psikologis. Dalam hal ini, psikoterapi menggunakan prinsip, penelitian dan teori psikologis serta menyusun interaksi terapeutik.
  3. Tingkah laku, pola pikir dan perasaan. Psikoterapi ialah memusatkan perhatian untuk membantu pasien melakukan perubahan behavioral, emosional dan kognitif serta membantu menjalani kehidupan dengan lebih bermakna. Psikoterapi juga mengarahkan pada semua ciri dan fungsi dari psikologis. 
  4. Pemecahan permasalahan dalam kehidupan. Psikoterapi adalah sarana untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu manusia untuk menggapai potensi yang utuh sebagai seorang manusia. 


Lalu, siapakah orang yang memerlukan bantuan psikoterapi?

Pada kali ini, ada tiga pasien yang dikelompokkan dalam buku Kesehatan Mental karya Drs. Yustinus Semiun, OFM:

  1. Kelompok pertama ialah orang yang memiliki masalah tingkah laku yang abnormal, misalnya gangguan susana hati, penyesuaian diri, kecemasan atau bahkan skizofrenia. Tetapi dalam hal gangguan skizofrenia dan bipolar memerlukan bantuan perawatan biologis. Psikoterapi membantu pasien untuk belajar mengenai dirinya sendiri dan membantu mendapatkan keterampilan yang akan dapat memecahkan permasalahan dalam setiap kehidupannya. 
  2. Orang-orang yang meminta bantuan dalam menangani permasalahan pribadi tetapi tidak sampai disebut sebagai permasalahan yang abnormal, seperti perasaan malu ataupun bingung dalam mengambil sebuah keputusan.
  3. Orang-orang yang mencari psikoterapi, karena psikoterapi dianggap sebagai sarana pengembangan diri sehingga mereka mengharapkan agar mencapai potensi yang dimiliki seorang individu.


Jadi, psikoterapi ialah istilah yang digunakan dalam proses penanganan masalah atau gangguan psikologis melalui teknik dan prinsip psikologis dengan tujuan perawatan akut (intervensi klinis dan stabilisasi), rehabilitasi (memperbaiki gangguan perilaku yang berat), pemeliharaan (mencegah situasi yang memburuk dalam jangka panjang) serta restrukturisasi, yakni meningkatkan perubahan yang terus menerus pada pasien.

 

Psikoterapi tentunya perlu membutuhkan kerja sama antara kedua belah pihak. Bersikaplah terbuka dan selalu menerapkan langkah-langkah yang telah disepakati. Dengan begitu, pemecahan permasalahan dapat efektif untuk diselesaikan. 

Dan jangan lupa, peran dan dukungan keluarga serta orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dari psikoterapi. 







(Sumber: Buku Konseling dan Psikoterapi karya Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa dan Buku Kesehatan Mental karya Drs. Yustinus Semiun, OFM)


ds_mulyani