Apa kabar?

Post Top Ad

Selasa, 15 Desember 2020

WEBINAR TASAWUF: Serunai Literasi Sufisme bersama Buya Syakur Yasin, MA

 




Bandung- Dalam rangka memperingati hari lahir ke-7 CSSMoRA (Community of Santri Scholars Of Ministry of Religious Affairs) UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG mengadakan webinar tasawuf melalui Via Zoom, Selasa, 10 desember 2020 pukul 19.00 WIB.

 

Webinar ini menghadirkan narasumber yang terkenal dalam dunia sufisme yaitu K.H. Buya Syakur Yasin, MA (pengasuh ponpes cadangpingan, indramayu), Shinta Priwit (pembaca Gelombang Cinta), Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si (Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Prof. Dr. M. Rosihon Anwar, M.Ag (Keynote Speaker), Drs. Mukhtar Gozali, M.Ag (pengelola Pbsb Uin Sunan Gunung Djati Bandung), Dr. Wahyudin Darma Laksana, M.Ag (Dekan Fakultas Ushuluddin Uin Sunan Gunung Djati Bandung), Dan Acara ini dipandu oleh mahasiswa yang bernama  Nurul Dewiyana (CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 2017), serta dimoderatori oleh Maulani, M.Ud (Alumni CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

 

Kegiatan Webinar ini mengangkat tema “Serunai Literasi Sufisme” yang alhamdulillah banyak dihadiri para partisipan.  Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ushuluddin  yang dilanjutkan dengan sambutannya. Kemudian dilanjutkan sambutan dari  ketua CSSMoRA Uin Sunan Gunung Djati Bandung Satria mengatakan bahwa webinar Tasawuf ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan.

 

Dalam pemaparannya, Buya Syakur selaku Narasumber mengatakan:

“Tasawuf jika dari bahasa Yunani yaitu theoshofi yang artinya kejernihan jiwa. Aliran tasawuf tidaklah hanya di agama saja, tetapi diajaran lain dan pada peradaban kuno  pun juga sudah ada.” (K.H. Buya Syakur Yasin, MA)

“Sufi adalah seseorang yang mencari jalan damai dari setiap kerusuhan yang terjadi. Jangan malu kalau ada istilah Islam yang bukan dari bahasa arab, seperti theoshofi, akui saja. Jangan cari alasan lain yang sebenarnya gak terlalu masuk akal.” lanjut Buya Syakur.

Acara pun semakin menarik dengan banyaknya partisipan yang ingin bertanya kepada Buya Syakur terutama dalam bahasan sufisme itu sendiri.

“Salam ta’dzim Buya… bagaimana resep agar istiqomah dalam tumbuh kembangnya jiwa muthmainnin dalam konsep Sufisme?” tanya seorang pemuda asal balikpapan kalimantan timur.

Kemudian Buya Pun menjawab persoalan tersebut.

“Cara membangun jiwa muthmainnin yaitu dengan cara menghindar dari gangguan-gangguannya, adapun gangguan itu terbagi dalam 3 komponen, yaitu: pertama Setan, kedua setan berbentuk manusia, ketiga nafsu. Ketiga komponen ini yang selalu mempersulit tujuan kita oleh karena itu ketiga ini harus dihindari”. Jawab Buya Syakur.

 

Acara Ngaji Online ini berakhir pada pukul 23.30 WIB acara ini berlangsung dengan antusias yang luar biasa dari jama’ah (peserta) pengajian, hal ini dapat dilihat dari banyaknya yang memasuki ruang zoom meeting dan acara ini pun banyak mendapat apresiasi dari semua yang hadir pada malam itu.





Dokumentasi: