Laman

Rabu, 22 April 2015

Ngaji Al-Hikam, Dekan Ushuluddin Terangkan Ikhlas Karena Allah

Bandung-Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. DR. H. Rosihon  Anwar menerangkan keikhlasan manusia bukan didasarkan pada suatu imbalan apapun dari Allah. “Orang yang ikhlas beribadah kepada Allah bukan karena embel-embel,” tutrnya saat mengisi pengajian kitab Al-Hikam di ruang pembelajaran Fakultas Ushuluddin kampus setempat.

Prof. Rosihon nama akrabnya menyontohkan, keikhlasan seperti sosok Julian Asyhari seorang dosen yang menjadi maestro permusikan di fakultas Ushuluddin. ”Seperti bapak Julian merupakan sosok yang ikhlas, yang dua kali seminggu ikhlas melatih UVO. Delalahe (namun sayang) orang  yang baik meninggalnya baik cepat , ” terangnya, Senin (20/4) sore.


 
Lebih lanjut, dia menjelaskan manusia tidak tahu takdir dirinya yang sebenarnya, maka dari itu harus senantiasa berusaha untuk tetap konsisten dalam kebaikan. ”Kita tidak tahu tentang kita di Lauh al-Mahfudz, maka manusia harus berusaha,” tambah dia.

Dekan Ushuluddin itu juga mengutip dari Ibnu Atho’illah, “Sesuatu yang tersimpan di dalam hati (sirr), maka akan tampak dalam fenomena sehari-hari”.

Selain itu, Prof. Rosihon menjelaskan bahwa di dalam sirr terdapat Rahmah (kasih sayang atau cinta) yang tidak dapat tertutup dengan selain Allah. “Di dalam sirr terdapat kasih sayang, seperti kasih sayang terhadap bayi di kala apapun tingkah bayi tersebut,” tuturnya.

Sehingga dia menganjurkan kepada mahasiswi-mahasiswi yang hadir pada pengajian tersebut untuk mencari pasangan hidup yang memiliki rahmah dalam hatinya. “Carilah suami yang memiliki rahmah,anjurnya. (Muhammad Nasruddin/Zidni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar