Apa kabar?

Post Top Ad

Minggu, 28 Mei 2017

MUNGKINKAH KITA BERKHALWAT DI ZAMAN MODERN?

                     

Sekarang ini kita hidup di zaman modern yang serba mudah. Mudah melakukan segala sesuatu. Tidak hanya beda desa, lintas negarapun kita bisa saling komunikasi dengan alat-alat canggih yang hadir pada era ini. Diantaranya melalui aplikasi-aplikasi handphone atau smartphone yang terus di upgrade.

Seiring dengan kemajuan zaman, keyakinan atau keberagamaan umat manusia justru mulai luntur. Nilai-nilai spiritual, agama bahkan nilai-nilai kemanusiaan ikut tergerus roda perputaran zaman yang sangat kencang ini.



Disinilah terjadi kekosongon dan kehampaan dalam batin manusia. karena kurangnya asupan nilai-nilai spiritual. Oleh karena itu manusia sekarang ini sebenarnya membutuhkan stimulus atau vitamin-vitamin supaya timbul kesadaran untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Tidak jarang seminar motivasi-motivasi dan terapi menjadi sesuatu yang sangat laku.

Kemudian ketika kita berbicara mengenai meditasi atau khalwat, apakah hal ini pantas jika kita terapkan dikehidupan modern seperti sekarang ini? Sehingga banyak yang berpikir, Mungkinkah Kita Berkhalwat di Zaman Modern?
Mari Kita Berpikir Sejenak

Berkhalwat bermanfaat untuk meghindari berhala-berhala atau idola-idola duniawi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya di zaman modern ini berbagai alat-alat canggih bermunculan sehingga banyak yang menjadi candu juga seakan-akan menuhankan benda-benda tersebut.

Pada hakekatnya Berkhalwat tidak mesti harus di gua atau mengisolasi diri sampai ke pegunungan. Tentu kita juga harus menyesuaikan dengan zaman kita sekarang. Menyendiri atau berkhalwat bisa kita lakukan di dalam kamar. Bahkan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun jika kita selalu online , terhubung dengan Allah Swt.

Karena perenungan-perenungan yang kita lakukan sewaktu berkhalwat adalah bagaimana kita mengingat kematian, berdialog dengan Allah Swt, menegaskan ke-maha-Esa-an-Nya dan bagian terpenting dari khalwat adalah bagaimana kita mengenal diri kita sendiri sehingga kita bisa mengenal Tuhan, Pencipta kita.


Jadi berkhalwat bukan berarti ‘budaya lama’ yang hanya dilakukan di zaman dahulu. Tapi ini juga penting apalagi di kehidupan seperti sekarang ini. Seperti syair dari Jalaludin Rumi berikut ini yang maksudnya ciptakanlah keheningan ditengah keruwetan, maka kau akan lihat keindahan sejati berkah dari hidup ini,
“Lihat di sebalik pikiran-pikiranmu, maka kau akan hirup sari-bunga momen ini.”

Oleh : Murniyati Djufri, santri CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester 4