Apa kabar?

Post Top Ad

Selasa, 21 Juni 2022

HAUL KE-2 BUYA NURSAMAD KAMBA : "The Hidden Servant and The Freed Servant"




Kegiatan Haul ini selain dihadiri secara langsung Ketua CSSMoRA UIN Sunan Gujung Djati Bandung Muhammad Rezky Syafri juga dihadiri oleh Keluarga, murid dan sahabat dekat Alm. Buya Nursamad Kamba Dr. Mukhtar Ghozali M.Ag., Dr. Cucu Setiawan. S.psi. I M.Ag. dan Prof. H. Munir, MA. baik secara daring dan luring.

Kegiatan Haul yang bertemakan "The Hidden Servant and The Freed Servant" yang dipandu langsung oleh Mahasantri PBSB angkatan 2019 dan 2018 Siti Rosyidah dan Ridwan Atariq membuat suasana semakin khidmat.


Muhammad Rezky Syafri selaku Ketua Umum CSSMoRA menyampaikan rasa bangga memiliki sosok guru sekaligus Mursyid seperti Buya Kamba yang jasanya sampai saat ini masih terus dirasakan oleh masyarakat dan murid-muridnya.


Mohammad Irfan, selaku anak tertua dari Alm. Buya Kamba menyampaikan ucapan terimakasih dan menceritakan sekilas sosok ayahnya Alm. Buya Kamba semasa hidupnya.


Pada kesempatan lain tak lupa pula para pembicara dan tamu undangan yang memiliki kedekatan dengan Buya Kamba pun mengungkapkan kecintaan dan kekagumannya kepada sosok "The Freed Servant"


"Saya itu memiliki perjalanan cukup panjang dengan guru saya Alm. Buya Kamba, dari mulai saya kuliah sampai saya diberikan amanah seperti ini." Ucap Dr. Cucu Setiawan selaku Sekertaris di Jurusan Tasawuf Psikoterapi.


Kemudian dilanjut oleh Ketua Jurusan Dr. Muchtar Gozali yang menyampaikan ucapan syukur juga terimakasihnya untuk Alm. Buya Kamba, karena berkat jasanya yang luar biasa, Jurusan Tasawuf Psikoterapi sampai saat ini terus berkiprah dalam dunia pendidikan dan mencerdaskan generasi bangsa.


Salah satu murid sekaligus sahabat karib Buya Kamba saat menempuh pendidikan di Al-Azhar Kairo juga menyampaikan tentang keindahan akhlak dari Buya kamba semasa berjuang bersama.

"Kalo ada yang bertanya tentang perangai akhlak Buya Nursamad Kamba, saya sendiri salah satu saksi yang sudah merasakan betul keindahan akhlaknya. Sehingga dari hal itu saya merasakan betul bahwa Akhlak itu posisinya di atas ilmu, setinggi dan sebanyak apapun ilmu yang kalian dapat, kalau tidak punya akhlak, maka ilmu yang diperoleh selama ini tidak ada gunanya". Tuturnya.