Langsung ke konten utama

Sosok Sujiwo Tedjo dalam Buku "Tuhan Maha Asyik"


Oleh : Evania Maula Alfarika
Mengenal sosok Sujiwo Tejo tidak cukup bila hanya dari sisi senimannya saja. Dalam acara bedah buku yang diadakan oleh CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada hari Kamis (04/05/17) lalu, kita akan mengenal Sujiwo Tejo tidak hanya sebagai seorang seniman namun juga sebagai seorang sufi pada abad millenium.

Buku Tuhan Maha Asyik adalah buku Sujiwo Tejo yang dikarangnya bersama Dr. H. M. Nur Samad Kamba, merupakan dosen sekaligus pendiri Jurusan Tasawuf Psikoterapi  di UIN Sunan Gunung  Djati Bandung. Buku ini terdiri dari 28 cerita dan 28 lukisan. Buya Kamba menuturkan, penggarapan buku tersebut berlangsung melalui media email dan tidak ada pembicaraan langsung. “Kita bertemu dalam alam ide yang tidak nampak”, ujar Buya Kamba.

Sujiwo Tejo adalah seniman yang sangat mengagungkan Al-Qur’an. Bahkan beliau mengaku sebagian lagunya dia ciptakan karena terinspirsi dari Al-Qur’an . Mbah Tejo mengatakan “Kenapa sih orang sibuk dengan terjemahan Al-Qur’an. Padahal musik dalam Al-Qur’an itu sangat indah dan jauh lebih asyik serta mengandung pesan rahasia Tuhan di dalamnya.”

Selain mahir dalam hal seni, ternyata Sujiwo Tejo sangat gemar terhadap matematika. Beliau pernah menempuh pendidikan jurusan matematika di ITB. Begitu cintanya beliau terhadap matematika, sehingga beliau pun mengatakan bahwa kemampuan matematika adalah kemampuan mencari pola dari sesuatu yang semula tampak tak berpola. Bahkan menurutnya semua yang ada di dunia ini memiliki pola tersendiri. Oleh sebab itu tidak ada yang namanya sebuah kebetulan, karena hidup ini memiliki pola.

Begitulah sosok  Sujiwo Tejo. Seorang seniman yang menuangkan nilai-nilai Islami pada setiap karya-karyanya dan menjadikan musik sebagai bagian dari dirinya. dalam buku "Tuhan Maha Asyik" ini beliau berharap dapat memunculkan al-hikmah dan kearifan, sehingga dapat memberi dorongan pada pemahaman kehidupan, terutama bagi manusia di zaman millennium.

Penulis adalah salah seorang mahasiswa PBSB UIN Bandung, semester 2 jurusan Tasawwuf Psikoterapi dan merupakan anggota BSO Orasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk, Cari Tahu Perbedaan Psikoterapi Barat dan Psikoterapi Islam

Setelah kita mengetahui pengertian psikoterapi, tentunya dalam pemikiran kita muncul berbagai macam pertanyaan terkait pembahasan tersebut.  Nah, pada kali ini akan membahas mengenai perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam. Apa yang menjadi topik perbedaan antara keduanya? Sudut pandang psikoterapi dari mana yang efektif untuk digunakan? Mari kita cermati sama-sama  Psikoterapi ialah perawatan yang menggunakan alat, teori dan prinsip psikologik terhadap permasalahan yang berasal dari kehidupan emosional dan seorang ahli menciptakan hubungan yang profesional dengan pasien. Sedangkan psikoterapi Islam ialah teknik penyembuhan/penyelesaian masalah kejiwaan/mental dengan sentuhan spiritual yang menggunakan metode Islami seperti zikir, penerapan akhlak terpuji dan lainnya berdasar Al-Qur’an dan hadits.  Jika diteliti dari pengertian keduanya, tentu sudah terlihat berbeda bukan? Perbedaan psikoterapi Barat dan psikoterapi Islam: 1. Objek Utama Psikoterapi Dalam pandangan psikologi

Download LIRIK dan MARS CSSMoRA

D Jreng, jreng.. G Genggam tangan satukan tekad Am C G Tuk meraih mimpi Am C G Saatnya santri gapai prestasi Am G Untuk negeri ini Reff : G Satu padu kita bersama Am C G Tuk menggapai cita Am C G Langkahkan kaki tetapkan hati Am G Demi bumi pertiwi C Bangkitlah kawan Wujudkan impian G Perjuanganmu kan slalu dikenang C Bangkitlah kawan tuk kita buktikan G Pesantren kita selalu di depan Am G Bersama CSS MoRA Download Mars CSSMoRA

Always Beside You

Hujan. Selalu hujan. Beginilah keadaan kota Yogya. Sudah 1 bulan terakhir hujan terus menyapa kota ini. Hujan yang turun begitu deras membuat aktivitas orang-orang menjadi terganggu. Namun, Tuhan itu maha adil. Ia tak pernah lupa memberikan anugerah dibaliknya. Tuhan selalu menyajikan keindahan bagi setiap umatnya. Salah satu keindahan itu adalah pelangi. Pelangi sering sekali muncul dipenghujung hujan sore hari. Warna-warnanya memberikan ketenangan bagi sebagian orang yang memang mengaguminya. Begitupun dengan gadis manis yang tengah duduk bersama sahabatnya di bawah naungan atap jerami. Pondok kecil yang sengaja dibangun di bawah pohon besar oleh kedua ayah mereka. Tempat itu mereka jadikan sebagai tempat tinggal mereka yang kedua. Di pondok itulah mereka sering habiskan waktu luang mereka bersama. Abimanyu Dirgantara dan Nora Prasvara. Mereka adalah dua orang yang begitu dekat. Keduanya bersahabat sejak belia, persahabatan itu masih kokoh terjalin. Dan tahun ini merupakan tahu